Jakarta — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., mewakili Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., menghadiri Upacara Pembukaan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dan dilaksanakan di Aula Dwiwarna Purwa, Gedung Panca Gatra, Kampus Miniatur Lemhannas RI, Jakarta Pusat. (Selasa, 13/1).
Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa Pendidikan P4N merupakan instrumen strategis negara dalam menyiapkan kader pimpinan tingkat nasional yang berkarakter negarawan, berwawasan kebangsaan dan global, serta memiliki kemampuan berpikir holistik, integral, dan komprehensif. Lemhannas RI diposisikan sebagai Kampus Miniatur Indonesia dan School of Geopolitics yang mengintegrasikan perspektif sipil dan militer dalam membangun kepemimpinan nasional yang adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis.
Gubernur Lemhannas RI juga menekankan bahwa ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta kemampuan bangsa dalam merespons tantangan geopolitik global, perubahan iklim, dan bencana alam. Pendidikan P4N diselaraskan dengan arah kebijakan Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, melalui delapan misi Asta Cita sebagai fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui pendidikan ini, para peserta dibekali wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, serta geopolitik dan geostrategi melalui pendekatan Astagatra yang diintegrasikan dalam diskusi strategis, studi strategis dalam dan luar negeri, serta penyusunan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (TASKAP). Gubernur Lemhannas RI berharap para peserta mampu kembali ke institusi masing-masing sebagai kader pimpinan nasional yang memberikan nilai tambah, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan berkontribusi nyata bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Lemhannas RI Tahun 2026 diselenggarakan selama kurang lebih lima setengah bulan, terhitung sejak 13 Januari hingga 14 Juli 2026, dengan mengusung tema “Pemantapan Kapasitas Pimpinan Tingkat Nasional Guna Mendukung Asta Cita dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Pendidikan ini diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari unsur kementerian dan lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, serta TNI dan Polri, termasuk peserta mancanegara dari negara sahabat Australia, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.
Upacara Pembukaan Pendidikan P4N Angkatan LXIX Lemhannas RI Tahun 2026 turut dihadiri oleh para pejabat tinggi negara dan pimpinan institusi strategis, antara lain perwakilan kementerian dan lembaga negara, unsur TNI dan Polri, serta perwakilan negara sahabat. Hadir di antaranya perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum, Sekretariat Negara, Badan Intelijen Negara, Mahkamah Konstitusi, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial, serta pimpinan TNI dari tiga matra dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain itu hadir para duta besar dan perwakilan atase pertahanan dari negara sahabat tersebut mencerminkan dukungan dan kepercayaan internasional terhadap Lemhannas RI sebagai institusi strategis pengembangan kepemimpinan nasional.
Peliput: Agus N / Irfan / Iyan
Reporter: Agus N
Editor: M. Taher









