Bogor — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., didampingi jajaran pimpinan dan pejabat terkait, menerima kunjungan resmi delegasi King’s College London yang dipimpin oleh Rector for Indonesia and South East Asia, Professor Simon Tanner. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen King’s College London untuk memperkuat kemitraan pendidikan dan riset strategis dengan Unhan RI, sekaligus menjadi tindak lanjut penguatan kerja sama pendidikan pascakunjungan Presiden Republik Indonesia ke Inggris pada Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Executive Lounge, Gedung Dekanat B, Kampus Bhinneka Tunggal Ika, Sentul, pada Senin (2/2).
Dalam sambutannya, Rektor Unhan RI menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi King’s College London dan menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk membangun kemitraan akademik internasional yang substantif dan berkelanjutan. Rektor menekankan pentingnya kerja sama yang berfokus pada penguatan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia pertahanan agar adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis global.
Rektor Unhan RI juga menambahkan bahwa fondasi kerja sama perlu dibangun melalui interaksi aktif antar akademisi. Hubungan profesional antar dosen dan peneliti diharapkan mendorong keterlibatan mahasiswa melalui kelas bersama, diskusi ilmiah, serta penelitian kolaboratif, sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia pertahanan yang kompeten dan adaptif.
Pada kesempatan yang sama, Professor Simon Tanner menyampaikan bahwa kunjungan ini memperkuat arah kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa jejaring antar akademisi merupakan fondasi utama kerja sama jangka panjang. King’s College London menyambut positif peluang kolaborasi dengan Unhan RI, khususnya pada pendidikan pascasarjana, pendidikan profesional pertahanan, serta riset strategis di bidang keamanan, teknologi, dan kebijakan publik.
Sesi diskusi membahas berbagai peluang kerja sama konkret, antara lain kelas bersama berbasis konferensi video, webinar internasional bertema geopolitik dan keamanan global, riset kolaboratif, serta pengembangan program pendidikan profesional dan kursus khusus bagi perwira dan staf militer. Diskusi juga menyinggung penguatan riset berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ditutup dengan kesepakatan kedua institusi untuk melanjutkan komunikasi dan koordinasi secara intensif guna merumuskan bentuk kerja sama yang lebih terstruktur, operasional, dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan serta keunggulan masing-masing institusi.
(Humas Unhan RI)
Peliput: Agus / Irfan / Dwiki
Reporter: Agus
Editor: Surya S.










