Bogor — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., didampingi Pejabat Eselon I dan II Unhan RI memberikan pengarahan langsung kepada 292 orang kadet mahasiswa Unhan RI Cohort – 3 beserta 20 orang personel pendukung yang akan mengikuti kegiatan Latihan Integrasi Taruna Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026. Kegiatan ini bertempat di Aula Merah Putih, Kampus Bela Negara Unhan RI. (Sentul, 13/1).
Dalam kesempatan ini Rektor Unhan RI menegaskan Latsitardanus merupakan instrumen strategis pembentukan kepemimpinan dan karakter insan pertahanan. Latsitardanus sebagai sekolah kepemimpinan nyata dan laboratorium lapangan untuk menguji ketangguhan mental, disiplin, pengendalian emosi, serta kemampuan bekerja secara kolektif dalam konteks sosial riil, khususnya di wilayah pascabencana.
Rektor Unhan RI juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Latsitardanus XLVI Tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan perintah dan arahan Pemerintah, yang menugaskan institusi pendidikan kedinasan dan perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah Aceh dan Sumatera pascabencana. Penugasan tersebut merupakan respons atas kondisi darurat serta kebutuhan percepatan pemulihan sosial, infrastruktur, dan dukungan kemanusiaan, sehingga Latsitardanus tidak hanya dimaknai sebagai latihan pendidikan, tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran negara melalui peran taruna dan kadet di tengah masyarakat.
Selain itu, Rektor Unhan RI menekankan pentingnya etika kepemimpinan yang berlandaskan kerendahan hati (low profile leadership), di mana keunggulan intelektual dan kapasitas akademik para kadet harus diwujudkan melalui kontribusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak bencana, dengan sikap membaur, tidak menggurui, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara (LPPN) Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Endro Satoto, S.I.P., M.M., M.Han., dalam laporannya kepada Rektor Unhan RI menjelaskan bahwa Latsitardanus XLVI Tahun Anggaran 2026 difokuskan di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sosial dan pembangunan wilayah pascabencana. Kegiatan ini bertujuan membangun generasi muda yang memiliki solidaritas kebangsaan, kepedulian sosial, semangat kejuangan, serta kemampuan bekerja lintas sektor, sekaligus memperkuat sinergi antara unsur TNI, Polri, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelaksanaan Latsitardanus XLVI Tahun 2026 dipusatkan di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan pembagian wilayah kerja pada empat kecamatan, yaitu Kecamatan Rantau, Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Karang Baru, dan Kecamatan Kuala Simpang. Pembagian wilayah tersebut dirancang untuk mendukung pelaksanaan sasaran fisik dan nonfisik secara merata, sekaligus memudahkan koordinasi, pengendalian, dan pengawasan kegiatan di lapangan.
Kegiatan Latsitardanus XLVI Tahun 2026 mencakup dua sasaran utama, yaitu sasaran fisik dan sasaran nonfisik, yang dilaksanakan secara terpadu. Sasaran fisik difokuskan pada dukungan pemulihan infrastruktur dasar melalui normalisasi dan pembersihan jalan akibat banjir dan longsor, perbaikan jalan lingkungan dan jembatan kampung, pembersihan material sisa bencana, serta bantuan rekonstruksi rumah warga terdampak, yang seluruhnya berada di bawah koordinasi Akademi TNI dan dilaksanakan oleh taruna serta kadet lintas matra. Sementara itu, sasaran nonfisik diarahkan pada pemulihan sosial dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan trauma healing dan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak, pelaksanaan dapur umum ceria disertai edukasi gizi keluarga, pelayanan kesehatan gratis termasuk pemeriksaan dasar dan edukasi sanitasi, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta edukasi pengolahan air bersih secara sederhana.
Peliputan: Agus N /Irfan/Dwiki
Reporter: Agus N.
Editor : M. Taher.










