Bogor — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menerima kunjungan audiensi Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ Corp dan Universitas Ary Ginanjar (UAG). Audiensi ini bertujuan memperkuat silaturahmi kelembagaan sekaligus menjajaki potensi kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul berbasis talenta untuk menjawab tantangan global dan transformasi SDM di era Human Resources 5.0. Kegiatan berlangsung di Ruang Executive Lounge, Gedung Dekanat B, Kampus Bhinneka Tunggal Ika, Sentul, Rabu (4/2).
Rektor Unhan RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian beserta tim. Rektor menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama dalam membangun keunggulan strategis pertahanan negara di tengah percepatan perkembangan teknologi dan meningkatnya kompleksitas tantangan. Sistem rekrutmen, pendidikan, dan penempatan SDM pertahanan perlu didukung pendekatan identifikasi potensi yang presisi agar setiap individu berkembang optimal dan menjadi kekuatan strategis organisasi.
Dalam paparannya, Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian menyampaikan terima kasih atas penyambutan jajaran pimpinan Unhan RI. Paparan menyoroti perubahan lanskap keunggulan global dari paradigma berbasis modal menuju paradigma berbasis talenta. “Era kapitalisme sudah berganti menjadi talentisme”, di mana daya saing ditentukan oleh kualitas dan ketepatan pengelolaan talenta manusia. Memasuki era Human Resources 5.0, pengembangan SDM menuntut pendekatan personalisasi. “Pendekatan 5.0 adalah personalisasi, tidak lagi one fit for all”, sehingga setiap individu perlu dikembangkan berdasarkan profil talenta masing-masing.
Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian juga memaparkan teknologi deteksi talenta presisi berbasis metode DNA (Drive, Network, Action) yang dikembangkan melalui riset lebih dari dua dekade untuk memetakan motivasi, pola interaksi, dan gaya kerja individu secara komprehensif. Pendekatan ini digunakan untuk mengurangi risiko salah jurusan dan salah penempatan, dengan prinsip bahwa potensi manusia bersifat multidimensional. Metode tersebut telah diterapkan di berbagai institusi strategis seperti Lemhannas RI, Badan Kepegawaian Negara, Mahkamah Agung, IPB University, serta Program Sekolah Rakyat.
Implementasi pada Program Sekolah Rakyat memperoleh apresiasi Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto karena dinilai mampu mengidentifikasi potensi peserta didik secara lebih komprehensif di luar pengukuran akademik konvensional, sekaligus memperkuat arah pengembangan kapasitas belajar. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Unhan RI dan Universitas Ary Ginanjar dalam riset, pengembangan kurikulum, dan pemetaan talenta SDM pertahanan guna mendukung terwujudnya SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
(Humas Unhan RI).
Peliput: Agus / Irfan / Dwiki
Reporter: Agus
Editor: Surya S.









