Bogor — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menerima secara resmi kunjungan delegasi Sasakawa Peace Foundation, Japan yang dipimpin Jenderal (Purn.) Koji Yamazaki, Senior Fellow Sasakawa Peace Foundation, bersama delegasi UI Scholars yang dipimpin Broto Wardoyo, Ph.D., Ketua Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia. Kunjungan ini merupakan bagian dari Roundtable Discussion: Unhan RI Scholars – Sasakawa Peace Foundation, Japan – UI Scholars sebagai forum dialog strategis akademik untuk pertukaran penilaian dan perspektif keamanan kawasan Indonesia–Jepang, sekaligus penguatan jejaring dan kolaborasi riset antar lembaga. Kegiatan ini bertempat di Ruang Rapat Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP), Gedung Dekanat D, Kampus Bhineka Tunggal Ika Unhan RI, Sentul. (Kamis, 12/2).
Rektor Unhan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi akademik, lembaga pemikir, dan komunitas strategis menjadi semakin penting di tengah dinamika lingkungan keamanan global dan kawasan Indo-Pasifik yang berkembang cepat dan semakin kompleks. Perguruan tinggi, khususnya di bidang pertahanan, memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, analisis kebijakan, dan riset berbasis bukti untuk mendukung perumusan kebijakan nasional yang adaptif dan berorientasi jangka panjang. Rektor Unhan RI juga menekankan pentingnya dialog lintas negara dan lintas lembaga untuk memperkuat saling pengertian, membangun kepercayaan strategis, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan implementatif.
Sementara pimpinan delegasi Sasakawa Peace Foundation Jenderal (Purn.) Koji Yamazaki, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kawasan Indo-Pasifik saat ini menghadapi peningkatan kompetisi strategis dan tantangan terhadap tatanan berbasis aturan, sehingga diperlukan penguatan kerja sama, dialog kebijakan, dan pertukaran perspektif antar negara mitra. Ia menyoroti pentingnya peran komunitas akademik dan lembaga riset dalam memberikan masukan objektif bagi para pengambil keputusan, serta mendorong pengembangan kerja sama pendidikan pertahanan dan penelitian strategis antara Jepang dan Indonesia. Menurutnya, forum roundtable semacam ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan pandangan, memperdalam analisis kawasan, dan membangun agenda kolaborasi jangka menengah dan panjang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pertukaran pandangan para scholars mengenai perkembangan lingkungan strategis regional, tantangan keamanan kontemporer, serta peluang kerja sama riset dan pendidikan pertahanan.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun penguatan jejaring akademik strategis Indonesia–Jepang dan sinergi riset kebijakan yang berkelanjutan antar lembaga.
(Humas Unhan RI)
Peliput: Agus / Irfan / Dwiki
Reporter: Agus
Editor: Surya S.








