Bogor – Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., didampingi jajaran pejabat tinggi Unhan RI menerima Tim Satuan Tugas (Satgas) Air Unhan RI dalam rangka penyampaian laporan pelaksanaan misi kemanusiaan penyediaan air bersih dan air siap minum bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi, refleksi, serta penguatan komitmen Unhan RI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat melalui inovasi berbasis keilmuan. Kegiatan ini bertempat di Gedung Rektorat D, Lantai 2 Kampus Bhineka Tunggal Ika (BTI) Unhan RI, Sentul. (Rabu, 7/1).
Dalam arahannya, Rektor Unhan RI menyampaikan apresiasi kepada para dosen, mahasiswa, dan seluruh personel Satgas atas dedikasi dan kontribusi nyata di lapangan. Rektor menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud implementasi ilmu pengetahuan yang dipelajari di kampus untuk kepentingan kemanusiaan, sekaligus manifestasi nilai nasionalisme dan patriotisme sivitas akademika Unhan RI dalam mendukung kepentingan bangsa dan negara.
Tim Satgas Air Unhan RI, yang diwakili oleh Dosen Pendamping Diyan Parwatiningtyas, S.Si., M.T., M.Sc., memaparkan inovasi teknologi pengolahan air berbasis sistem Reverse Osmosis (RO) yang dikombinasikan dengan formulasi batuan mineral alami lokal. Teknologi ini dirancang agar air hasil filtrasi dapat langsung dikonsumsi dengan aman, serta memanfaatkan kembali air limbah melalui sistem ultrafiltrasi untuk kebutuhan nonkonsumsi. Seluruh unit dirancang secara sederhana, terpadu dalam satu kotak, serta mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat setempat.
Dansatgas Air Unhan RI Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah, M.Han., menjelaskan bahwa secara progres dari target lebih dari 100 unit, sekitar 60 unit telah diproduksi dan dikirim, dengan sebagian telah terpasang di titik-titik prioritas, antara lain puskesmas, rumah sakit terdampak, kantor pemerintahan, satuan TNI, serta rumah ibadah. Penempatan tersebut bertujuan untuk menjamin pengelolaan, keamanan, dan distribusi air yang tertib, sekaligus memastikan keberlanjutan pemanfaatannya bagi masyarakat luas. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan unsur TNI dan instansi terkait di daerah, termasuk penyiapan operator lokal dan mekanisme pendampingan teknis guna memastikan alat dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Menutup kegiatan, Rektor Unhan RI menekankan pentingnya keberlanjutan operasional dan pemeliharaan alat dalam jangka panjang. Rektor juga menyampaikan rencana pemberian penghargaan kepada seluruh personel Satgas sebagai bentuk pengakuan atas prestasi dan pengabdian yang telah dilakukan. Kegiatan ini menegaskan peran strategis Unhan RI sebagai institusi pendidikan pertahanan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional.
Tim Satgas Air Unhan RI berada di bawah komando Dansatgas Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah, M.Han., serta didampingi oleh tiga dosen Unhan RI, yaitu Diyan Parwatiningtyas, S.Si., M.T., M.Sc., Ir. Ricky Harianja, S.T.P., M.T., dan Ir. Pungky Dharma Saputra, S.T., M.Si.(Han), M.T., CST, IPM., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng. Personel inti Satgas terdiri atas 24 kadet mahasiswa Unhan RI yang berasal dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) meliputi Program Studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Informatika, dan Rekayasa Sumber Daya Air, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Pertahanan Militer (FMIPA Militer) meliputi Program Studi Fisika dan Kimia.

Peliputan: Agus N / Thoni /Dwiki
Reporter: Agus N.
Editor : M. Taher.









