Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Penjernihan Air terus menunjukkan komitmen pengabdian nyata kepada negara dalam menjawab persoalan krisis air bersih yang masih dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaan tugas ini, UNHAN RI bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menghadirkan solusi teknis berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya melalui pemasangan sistem penjernihan air menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat pada masa-masa kritis pemenuhan kebutuhan dasar.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 24 kadet mahasiswa UNHAN RI sebagai personel inti Satgas, yang berasal dari dua fakultas berbeda sebagai bentuk kolaborasi lintas keilmuan. Dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) melibatkan program studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Informatika, dan Rekayasa Sumber Daya Air, sedangkan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Pertahanan (FMIPA) melibatkan program studi Fisika dan Kimia. Kegiatan ini juga didampingi oleh tiga dosen UNHAN RI, yaitu Diyan Parwatiningtyas, S.Si., M.T., M.Sc., Ir. Ricky Harianja, S.T.P., M.T. dan Ir. Pungky Dharma Saputra, S.T., M.Si.(Han), M.T., CST, IPM., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng. Seluruh kegiatan berada di bawah komando Dansatgas Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah, M.Han.
Satgas Penjernihan Air UNHAN RI menargetkan pemasangan sistem RO di 100 titik lokasi secara bertahap. Hingga laporan terakhir, telah terpasang dan terhimpun sebanyak 21 titik sistem RO, yang berarti progres kegiatan telah mencapai sekitar 21 persen dari target keseluruhan. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen unit telah beroperasi penuh, sementara sisanya berada pada tahap penyempurnaan teknis ringan seperti pengeboran sumber air baku. Seluruh unit yang telah terpasang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan, serta satuan TNI, dan dinyatakan operasional serta layak pakai.
Setiap sistem RO dirancang dengan kapasitas dan skema yang seragam agar mudah dioperasikan dan dipelihara. Sistem ini menggunakan empat tandon utama, terdiri dari tandon air baku, tandon proses filtrasi FRP, dan tandon air non-konsumsi (MCK) masing-masing berkapasitas 5.000 liter, serta satu tandon khusus air minum berbahan stainless steel berkapasitas 1.000 liter. Pemisahan ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kualitas air minum yang dihasilkan.
Untuk menghasilkan air minum, air hasil filtrasi pertama melalui tabung FRP selanjutnya dialirkan ke unit Reverse Osmosis (RO). Setelah melalui proses RO, air diteruskan ke tahap formulasi dengan kombinasi batuan mineral alami yang dibutuhkan bagi tubuh. Selanjutnya, air diproses menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya, sebelum didistribusikan sebagai air minum ke tandon berbahan stainless steel dengan kapasitas 20000 liter/hari, menyesuaikan kebutuhan jumlah kepala keluarga (KK) di masing-masing wilayah.
Sedangkan untuk air bersih, air buangan (reject water) dari proses RO yang mencapai sekitar 60% dimanfaatkan sebagai air MCK. Pemanfaatan air reject tersebut dilakukan dengan menghubungkannya ke saluran Ultra Filtrasi (UF) yang masih menggunakan kompaksi batuan alam dalam skala rendah. Pada proses UF ini, ketika air dikenai tekanan tinggi, partikel air yang masuk dapat terpecah menjadi molekul yang lebih kecil dan lebih murni, sehingga layak digunakan sebagai air bersih untuk keperluan MCK.
Keunggulan teknologi penjernihan air yang digunakan oleh UNHAN RI terletak pada sistem pengolahan yang tidak menggunakan bahan kimia chlorin pada tahap Ultra Filtrasi (UF). Dengan tidak digunakannya chlorin, kualitas air yang dihasilkan tetap terjaga secara alami dan aman untuk dikonsumsi. Air hasil pengolahan dapat langsung diminum karena telah melalui proses Reverse Osmosis yang dilanjutkan dengan formulasi kombinasi batuan mineral alami (mineral stone) guna memenuhi kebutuhan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Selain itu, penggunaan tandon air minum berbahan stainless steel serta jaringan pipa PPR menjadi bagian penting dalam menjaga mutu air yang dihasilkan. Material stainless steel dipilih sebagai media penyimpanan air minum untuk melindungi air dari potensi kontaminasi bahan plastik yang dapat menimbulkan senyawa berbahaya dan bersifat karsinogen. Sementara itu, pipa PPR digunakan sebagai jalur distribusi air minum karena bersifat higienis, tidak bereaksi terhadap air, serta lebih steril dan tahan terhadap pertumbuhan bakteri, sehingga kualitas air tetap terjaga hingga sampai ke pengguna.
Sebagai bagian dari prosedur mutu, setiap sistem RO yang selesai dipasang selalu melalui proses pengujian kualitas air. Parameter yang diuji meliputi Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), pH, serta pengujian laboratorium independent tersertifikasi untuk memastikan air memenuhi standar layak konsumsi dan penggunaan. Pengujian ini dilakukan di setiap lokasi sebelum sistem dinyatakan siap digunakan dan diserahkan kepada pengguna.
Adapun sebaran lokasi pemasangan sistem RO yang telah terpasang dan dimanfaatkan hingga saat ini adalah sebagai berikut:
Provinsi Sumatera Utara
1. Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
2. Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan
3. Desa Sipoholon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah
4. GOR Pandan, Kecamatan Pandan
5. Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga
6. Koramil 14 Besitang, Kabupaten Langkat
Provinsi Aceh (Kabupaten Aceh Tamiang)
7. Masjid Amanah Yonif 111/KB, Desa Tualang Cut
8. Mako Yonif 111/KB, Desa Tualang Cut
9. Puskesmas Manyak Payed
10. Puskesmas Sungai Iyu
11. Puskesmas Rantau
12. Puskesmas Rantau Kuala Simpang
13. Puskesmas Bendahara
14. Koramil Aceh Tamiang
15. Puskesmas Bandar Mulia
16. Puskesmas Simpang Kiri
17. Koramil 07 Kejuruan Muda, Sungai Liput
Provinsi Aceh Tengah – Kabupaten Bener Meriah
18. Kediaman Danyonif 114
19. Pendopo Kiban Yonif 114
20. Koperasi Yonif 114
Seluruh lokasi tersebut saat ini telah memanfaatkan sistem RO secara aktif untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum, baik bagi masyarakat umum, fasilitas kesehatan, maupun satuan TNI setempat.
Kehadiran Satgas Penjernihan Air UNHAN RI di wilayah-wilayah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga meningkatkan ketahanan air dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas air bersih.
Melalui kegiatan ini, UNHAN RI menegaskan perannya sebagai universitas pertahanan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan kajian strategis, tetapi juga hadir langsung dalam pengabdian kepada negara melalui aksi nyata di lapangan. Sinergi antara UNHAN RI dan TNI dalam Satgas Penjernihan Air menjadi wujud kontribusi konkret dalam mendukung ketahanan nasional dari aspek pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.







