Jakarta — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (Karorenkermahumas) Unhan RI, Marsekal Pertama TNI Dedy Ghazi Elsyaf, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Program Studi Strategi Pertahanan Udara (SPU) Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Unhan RI, Kolonel Adm Jimmy Veni Tokio T., M.Sc., M.M.S., menerima kunjungan delegasi U.S. Air War College (AWC) yang dipimpin oleh Group Captain Timothy Brookes. Delegasi yang berjumlah 17 orang tersebut merupakan peserta program pendidikan militer profesional tingkat senior Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Force/USAF), yang sedang melaksanakan kunjungan akademik dalam rangka memperluas pemahaman strategis mengenai dinamika keamanan global dan regional. Kegiatan ini berlangsung di Kelas Eksekutif, Lantai -2, Kampus Pascasarjana Unhan RI, Jakarta Pusat. (Kamis, 12/3).
Rektor Unhan RI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Marsekal Pertama TNI Dedy Ghazi Elsyaf, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan pertahanan memiliki peran strategis dalam membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan operasional militer, tetapi juga kapasitas intelektual, pemikiran strategis, serta integritas moral dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks. Universitas Pertahanan RI berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan akademik dan profesional di bidang strategi pertahanan, manajemen pertahanan, serta keamanan nasional, sekaligus memiliki dedikasi terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian kepada negara.
Sementara itu, pimpinan delegasi U.S. Air War College, Group Captain Timothy Brookes menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan sivitas akademika Unhan RI. Dalam sambutannya disampaikan bahwa lembaga pendidikan militer profesional memiliki tanggung jawab penting dalam menyiapkan pemimpin strategis yang mampu memahami dinamika keamanan global yang terus berkembang. Pendidikan pertahanan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada aspek operasional militer, tetapi juga harus mengintegrasikan dimensi intelektual, etika, dan kepemimpinan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan masa depan.
Delegasi Air War College juga menekankan bahwa lingkungan keamanan global saat ini semakin kompleks dengan munculnya berbagai tantangan baru, seperti meningkatnya kompetisi geopolitik antar kekuatan besar, ancaman hibrida, disrupsi teknologi, perkembangan domain siber, serta dampak perubahan iklim terhadap stabilitas keamanan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan yang bersifat kolaboratif dan multilateral melalui penguatan kerja sama internasional serta dialog strategis antarnegara.
Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara delegasi Air War College dan sivitas akademika Unhan RI yang membahas berbagai isu strategis terkait keamanan regional dan global. Salah satu topik yang mengemuka adalah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik, termasuk bagaimana Indonesia memposisikan diri di tengah persaingan strategis antara kekuatan besar dunia. Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa Indonesia menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, yang memungkinkan Indonesia untuk tetap menjaga independensi dalam menentukan kepentingan nasionalnya sekaligus berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.
Diskusi juga menyoroti berbagai bentuk ancaman keamanan kontemporer, termasuk ancaman hibrida yang menggabungkan unsur militer dan non-militer, perkembangan teknologi yang disruptif, serta dinamika konflik modern yang semakin melibatkan berbagai domain operasi seperti darat, laut, udara, siber, dan ruang angkasa. Para peserta juga membahas bagaimana konsep operasi militer modern, termasuk perang asimetris, memerlukan pendekatan strategis yang adaptif dan multidimensional dalam menghadapi aktor negara maupun non-negara.
Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa persatuan nasional Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa, dan budaya yang beragam dapat tetap terjaga berkat nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila. Filosofi Pancasila dipandang sebagai fondasi utama dalam menjaga kohesi sosial dan toleransi antar kelompok masyarakat, sekaligus menjadi landasan penting dalam membangun sistem pertahanan negara yang berakar pada semangat persatuan dan kebangsaan.
Melalui kunjungan ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan akademik dan pertukaran pengetahuan antara Universitas Pertahanan RI dan U.S. Air War College. Selain itu, interaksi akademik ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian strategis, serta penguatan jaringan pemikiran pertahanan di tingkat internasional guna mendukung stabilitas dan perdamaian kawasan.
Rangkaian kegiatan kuliah bersama ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.
(Humas Unhan RI).
Peliput: Agus / Irfan/ Dwiki
Reporter: Agus
Editor: Surya S.










