Jakarta — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, mendampingi langsung Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., dalam kunjungan kerja meninjau Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Unhan RI. Kunjungan tersebut disambut oleh Dekan FVLM Unhan RI, Marsekal Muda TNI Dr. Penny Radjendra, S.T., M.Sc., M.Sc., beserta jajaran pimpinan, dosen, dan Kadet Mahasiswa FVLM Unhan RI di Kampus Politeknik Ben Mboi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Kamis, 22/1).
Menhan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., dalam pembekalannya kepada Kadet Mahasiswa FVLM Unhan RI, menegaskan bahwa para kadet FVLM Unhan RI merupakan tumpuan harapan bangsa dalam menjawab tantangan masa depan dan menjaga martabat negara melalui pengabdian di bidang pertahanan. “Kalian adalah tumpuan harapan bangsa. Kalian yang akan menjawab tantangan masa depan dan memikul tanggung jawab agar negara kita tetap maju dan bermartabat”, tegas Menhan RI.
Menhan RI, juga menekankan pentingnya disiplin, persatuan, dan prestasi sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia pertahanan. Menhan RI menegaskan bahwa disiplin merupakan ciri khas pertahanan yang harus ditanamkan sejak masa pendidikan. “Disiplin itu adalah ciri khas pertahanan. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, karena orang malas itu adalah pangkal kekalahan”.
Menhan RI juga menekankan bahwa seluruh kadet merupakan satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perbedaan latar belakang daerah bukan menjadi sekat, melainkan kekuatan yang disatukan dalam semangat kebangsaan dan jiwa korsa. “Di fakultas ini tidak ada lagi perbedaan asal daerah. Yang ada adalah kadet Bhinneka Tunggal Ika. Kalian harus menjadi satu dan membangun jiwa korsa”, penegasan Menhan RI.
Kehadiran Menteri Pertahanan RI bersama Rektor Universitas Pertahanan RI menempatkan pembekalan ini sebagai bagian dari kerangka transformasi sumber daya manusia pertahanan, di mana kadet dipersiapkan tidak hanya sebagai lulusan pendidikan vokasi, tetapi sebagai aset strategis yang akan mengemban tanggung jawab pertahanan nasional. Pembekalan ini menegaskan sinergi Kementerian Pertahanan RI dan Universitas Pertahanan RI dalam membentuk kadet logistik militer yang berdisiplin, berintegritas, dan siap mengabdi kepada kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Humas Unhan RI)









