Bogor — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menerima secara resmi kunjungan Delegasi Young Defence dari Netherlands Defence Academy (NLDA) yang dipimpin oleh Rear Admiral Jeanette Morang selaku Special Advisor at Directorate Military Strategic (Head of Delegation). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda penguatan diplomasi akademik pertahanan dan perluasan jejaring strategis antar institusi pendidikan pertahanan kedua negara dalam kerangka kerja sama internasional berbasis pengetahuan, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dekanat B, Kampus Bhineka Tunggal Ika Unhan RI, Sentul, dan diikuti unsur pimpinan, dosen, serta mahasiswa program studi strategi pertahanan. (Jum’at, 13/2).
Rektor Unhan RI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Kelembagaan, Inovasi, dan Teknologi, Laksamana Muda TNI Buddy Suseto, S.E., M.Si. (Han)., Ph.D., menegaskan bahwa kunjungan delegasi Young Defence NLDA memiliki nilai strategis sebagai instrumen penguatan kemitraan akademik dan dialog strategis lintas negara. Pertemuan ini dipandang sebagai wahana penyelarasan perspektif mengenai tantangan keamanan kontemporer, sekaligus ruang kolaborasi untuk mendorong pertukaran akademik, pengembangan kurikulum, serta riset bersama di bidang pertahanan. Kampus pertahanan ditekankan berperan sebagai pusat produksi pengetahuan strategis dan simpul diplomasi intelektual yang menjembatani kepentingan stabilitas kawasan dan kerja sama global.
Rear Admiral Jeanette Morang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penerimaan institusional dan keterbukaan akademik yang diberikan Rektor Unhan RI. Rear Admiral Jeanette Morang menilai interaksi antar lembaga pendidikan pertahanan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan strategis jangka panjang, memperkuat budaya belajar berkelanjutan, dan membentuk jejaring profesional generasi muda pertahanan. Program Young Defence Study Visit juga diarahkan untuk memperluas pemahaman tentang dinamika geopolitik kawasan, kerja sama pendidikan militer, serta peluang kolaborasi lintas sektor antara akademi, pemerintah, dan komunitas strategis.
Pada sesi kunjungan ini juga dilaksanakan kegiatan diskusi dipandu oleh Dr. Fauzia Gustarina Cempaka Timur yang membahas penguatan kerja sama institusional, peluang pertukaran mahasiswa dan pengajar, masterclass bersama, kolaborasi riset terapan, serta pengembangan kajian keamanan maritim, siber, dan perlindungan infrastruktur strategis. Selain itu juga pentingnya pendekatan multidisipliner dan interoperabilitas pemikiran dalam merespons perubahan lingkungan strategis global.
Rangkaian pertemuan berlangsung dialogis, substantif, dan berorientasi keluaran, dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti peluang kerja sama melalui skema program terukur. Momentum ini menegaskan peran pendidikan pertahanan sebagai instrumen strategis pembangunan kepercayaan, penguatan kapasitas, dan kemitraan internasional jangka panjang dalam mendukung stabilitas dan keamanan bersama.
(Humas Unhan RI)
Peliput: Agus / Irfan / Dwiki
Reporter: Agus
Editor: Surya S.









