Bogor — Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menghadiri Rapat Pimpinan Unit Organisasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Rapim UO Kemhan RI) Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan RI, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E. Rapim UO Kemhan RI Tahun 2026 mengangkat tema “Pengembangan Sistem Pertahanan Negara dalam Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat eselon I dan II Kemhan RI, yang berlangsung di Aula Nusantara, Gd. Jenderal Urip Sumohardjo, Kemhan RI, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (Kamis, 5/2).
Sekjen Kemhan RI Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., dalam sambutannya menekankan pentingnya keterpaduan antara kebijakan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan dalam pembangunan sistem pertahanan negara. Setiap satuan kerja diharapkan pada capaian output, kualitas hasil, dan dampak strategis terhadap kepentingan pertahanan nasional. Penguatan pengawasan internal dan kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi penekanan utama guna menjaga integritas dan kredibilitas organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemhan RI juga menekankan bahwa pendidikan tinggi pertahanan dan riset strategis memiliki posisi kunci dalam pembangunan sistem pertahanan negara jangka panjang. Perguruan tinggi pertahanan didorong untuk menjadi motor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kajian strategis yang aplikatif, sekaligus berperan sebagai think tank dalam mendukung perumusan kebijakan pertahanan berbasis data, analisis, dan inovasi. Penguatan program studi strategis, riset prototipe, dan kolaborasi dengan industri pertahanan nasional menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan keunggulan kompetitif sektor pertahanan.
Paparan dalam rapat juga menyoroti capaian program sebelumnya serta fokus prioritas tahun 2026 yang mencakup penguatan organisasi dan sarana prasarana pertahanan, pembinaan sumber daya pertahanan, serta klaster riset, industri, dan pendidikan tinggi. Pada klaster ini, pengembangan program studi strategis, inovasi teknologi, dan prototipe sistem pertahanan menjadi prioritas sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap teknologi luar negeri.
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Unhan RI terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi pertahanan yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan kajian strategis. Melalui pengembangan program akademik unggulan, riset terapan, serta produk inovasi pertahanan, Unhan RI berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertahanan yang unggul dan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis kajian ilmiah.
Kehadiran Rektor Unhan RI dalam Rapim UO Kemhan RI Tahun 2026 menegaskan komitmen Unhan RI sebagai mitra strategis Kemhan RI, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai think tank pertahanan yang mendukung perumusan dan implementasi kebijakan pertahanan negara. Sinergi antara unit organisasi Kemhan RI dan Unhan RI diharapkan semakin memperkuat pembangunan sistem pertahanan negara yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
(Humas Unhan RI)
Peliput: Agus
Reporter: Agus
Editor: Surya S.








